Kalkulator HPP

Hitung modal sebenarnya untuk satu produk. Isi biaya bahan baku, kemasan, tenaga kerja, dan overhead, lalu jumlah produk yang dihasilkan. Hasilnya langsung muncul.

Biaya produksi

Bahan baku
Kemasan
Tenaga kerja
Overhead

HPP per produk

–
Total biaya
–

Harga jual yang disarankan

Harga jual

–

Belum termasuk biaya admin marketplace. Untuk itu, pakai kalkulator harga jual.

Cara pakai kalkulator HPP

  1. Isi biaya di tiap kelompok: bahan baku, kemasan, tenaga kerja, dan overhead. Nama biaya boleh dikosongkan, dan tombol + Tambah baris menambah baris kalau biayanya lebih dari satu.
  2. Isi jumlah produk yang dihasilkan dari semua biaya itu.
  3. Baca HPP per produk dan total biayanya di bagian hasil. Angkanya langsung berubah setiap kali kamu mengetik.
  4. Isi target margin dan pilih pembulatan untuk melihat harga jual yang disarankan.

Apa itu HPP?

HPP, singkatan dari harga pokok penjualan, adalah modal yang kamu keluarkan untuk membuat satu produk atau mendapatkan satu barang yang kamu jual. Isinya bukan cuma bahan baku, tapi juga kemasan, upah, dan biaya tidak langsung seperti listrik dan sewa tempat.

Kalau HPP tidak dihitung, harga jual hanya tebakan. Untung yang kelihatan di atas kertas bisa habis oleh biaya kecil yang terlupa.

Rumus HPP

HPP per produk = total biaya produksi ÷ jumlah produk

Total biaya produksi adalah jumlah semua biaya untuk satu kali produksi: bahan baku, kemasan, tenaga kerja, dan overhead. Jumlah produk adalah banyaknya produk jadi yang dihasilkan dari biaya itu.

Contoh menghitung HPP

Kamu membuat 40 produk dalam satu kali produksi. Biayanya:

Total biaya produksi Rp 400.000, jadi HPP per produk = Rp 400.000 ÷ 40 = Rp 10.000.

Supaya untungnya 30% dari harga jual, harga jualnya Rp 10.000 ÷ 0,7 ≈ Rp 14.286, yang bisa kamu bulatkan ke Rp 14.500.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa bedanya HPP dengan harga jual?

HPP adalah modal untuk satu produk. Harga jual adalah HPP ditambah untung, dan kalau kamu jualan lewat marketplace, ditambah biaya admin. Harga jual di bawah HPP berarti rugi.

Biaya apa saja yang masuk ke HPP?

Bahan baku (atau harga beli barang, kalau kamu reseller), kemasan, upah orang yang ikut membuat produk, dan overhead seperti listrik, gas, dan sewa tempat. Untuk overhead, isi bagian yang terpakai untuk produksi ini saja. Misalnya listrik Rp600.000 sebulan dan kamu produksi 4 kali sebulan: isi Rp150.000.

Saya reseller, bukan produsen. Bagaimana mengisinya?

Isi harga beli dari supplier di baris Bahan baku, lalu tambahkan ongkos kirim barang masuk dan kemasan di baris lain. Untuk jumlah produk, isi berapa barang yang kamu dapat dari biaya itu.

Kapan HPP perlu dihitung ulang?

Setiap kali harga bahan, upah, atau jumlah produksi berubah. Kenaikan harga bahan yang kecil pun bisa memakan untung, jadi sebaiknya HPP dicek berkala, misalnya sebulan sekali.

Alat lainnya